Curahan Hati
▼
Senin, 24 Maret 2014
Sebelum Cahaya
Selamat malam nih buat sahabat-sahabat bloggerku, kali ini admin mau cerita nih tentang malamnya admin saat ini, so check it out aja langsung yaaa :)
Malam ini entah kenapa, sesuatu hal membuat aku untuk tetap terjaga selarut ini... malam ini aku baru saja selesai mengerjakan tugas akhir dari Bapak Acep selaku guru seni rupa ku disekolah, dengan ditemani beberapa lagu favourite, ku lalui malam ini..
Waktu demi waktu terus bergulir, lagu demi lagu silih berganti... lagu-lagu ini membuat malam yang sunyi semakin hening dalam buaian alunan musik yang menyentuh hati, membuat alam hayalku terbang jauh membawa ku kepada memori-memori hidupku semasa di sekolah, tentang persahabatan... perjuangan... canda tawa... pilu... juga cinta... (Mungkin lebih asik jika kita membahas tentang cinta kali yah dimalam yang indah ini).
Alam hayalku terbesit dengan sebuah lagu yang membawa ku menuju memori masa lalu, membawa ku pada kisah cinta lalu yang kandas di tengah jalan, pepatah mengatakan "tak ada kisah tentang cinta yang bisa terhindar dari air mata" benar saja, itulah yang ku alami dalam hidup ini...
Awalnya aku memang percaya bahwa cinta itu indah, menarik, menyenangkan juga penuh warna... namun itulah awal dari kisah cinta yang sebenarnya yang belum aku sadari saat ini..
Singkat cerita aku adalah seorang anak pindahan, seorang lelaki yang sering sekali menghindar dari keramaian, senang menyendiri, dan sulit untuk berbaur dengan lingkungan (saat itu admin pindah dari kota karena keadaan kaki yang belum pulih akibat cedera saat mempersiapkan diri untuk mengikuti kompetisi bola basket hingga menyebabkan kaki saya tidak berfungsi selama 1 bulan, dan memang admin akui saat itu admin memang tertarik pindah karena ada seseorang yang bisa admin temui disana, sosok yang memang sudah admin kagumi sejak lama).
Inilah awal mula perjuangan ku untuk mencari tau apakah cinta itu, awal pertemuan ku dengannya memang terasa manis, karena dia masih mengenalku, juga masih mau memberiku senyuman dan sapaan.. mmmh indahnya hai itu, namun malang nasibku... semua tak berlangsung lama, mungkin karena sikapku yang kaku membuatnya enggan untuk mendekat kembali, kecewa itulah itu yang aku rasakan saat itu, hari demi hari, bulan demi bulan ku terus mencoba untuk menjadi sosok yang lebih baik, sosok yang tidak kaku, ramah, mudah untuk bergaul...
Satu tahun berlalu, ku mencoba untuk melakukan pendekatan, waah senangnyaaaa kedatanganku disambutnya dengan hangat, singkat cerita.. kita kembali menjadi adik-kakak seperti yang dulu pernah kita alami, namun kini terasa berbeda, penuh dengan bumbu-bumbu cinta, adanya sanjungan, pujian, canda tawa, semuanya kita alami bersama, sungguh terasa indah bagiku..
Namun memang ku akui dibalik semua kesenangan itu dia tengah bersama seorang lelaki, dia kakak kelasku pula... tapi..apa boleh buat, aku terlanjur dekat dengannya, hari demi hari ku lalui bersamanya hingga suatu ketika dia menyatakan bahwa dia ingin kembali seperti saat dulu, saat dia bisa memili ku seutuhnya, saat itu aku memang tidak percaya karena dia memang sedang bersama seseorang begitupun dengan ku..
Singkat cerita, aku dan dia t'lah berpisah dengan pasangannya masing-masing, mengetahui hal itu membuatku serasa dihadapkan dengan lampu hijau yang tengah menyala di tengah perempatan jalan.. saat itupun ku melakukan pendekatan-pendekatan yang lebih padanya, hingga suatu ketika diapun meminta ku untuk menyatakan cinta ku ini secara langsung..
Tepat tanggal 18 Nopembar 2013, aku menemuinya seusai sekolah... memang sulit untuk mengatakan cinta secara langsung, aku hanya bisa menggodanya dengan beberapa lelucon untuk mencairkan suasana, disana kami saling melontarkan candaan, kami tertawa bersama, hingga akhirnya aku memberanikan diri untuk menyatakannya, saat mendengar pernyataanku dia hanya tersimpu malu, menundukkan kepala, dia menjawabku lewat SMS, saat ku baca jiwa ini serasa melayang ternyata perjuanganku selama ini tidaklah sia-sia akhirnya aku dapat bersama dengannya kembali...
Hari demi hari kami hanya lalui bersama lewat HP, SMS...Telepon atau bahkan jejaring sosial..., beberapa minggu kemudian kami mulai berani untuk bertemu di sela-sela jam belajar di sekolah entah istirahat atau bahkan saat setelah beribadah...
Dimulai tanggal 18-11-2013, hari demi hari terasa begitu indah dan ingin rasanya semua ini tiada akhirnya... singkat cerita satu bulan lamanya kami bersama, inilah masa awal aku merasakan berbagai hal yang mengganjal dalam hubungan kami, dimulai dari rasa cemburu ku melihatnya sering dekat dengan lelaki, dia yang mulai tidak ada saat aku membutuhkannya... namun memang aku akui juga semuanya tak lepas dari sikapku juga, ku akui aku yang egois, keras kepala, juga terlalu over protective...
Masalah demi masalah silih berganti membuat hubungan yang awalnya harmonis penuh senyuman menjadi penuh tangis dan rasa sakit... bahkan di tanggal kedua bulannya kami pun bertengkar karena keegoisannku... hingga akhirnya tepat tanggal 03-02-2014 dia memutuskan untuk mengakhiri semuanya, mengakhiri kisah cinta kami berdua...
Memang sakit rasanya di hari-hari awal ku berpisah dengannya, sulit memang rasanya melupakan semuanya, cinta memang tak mudah berganti jadi benci dan cinta tak mudah berhenti secepat saat ku jatuh cinta...namun berbagai cara ku lakukan agarku bisa melupakan semuanya, agar ku dapat beranjak dari keterpurukan ini.. akhirnya aku memutuskan untuk mencurahkan isi hati dan pikiranku kepada seorang ahli agama, aku bertanya kepada bagaimana cara agar mendapat ketenangan diri dalam hidup ini, cara agar tetap selalu mengingat Allah... Beliau mengingatkan ku agar aku mencintai-Nya jika aku ingin senantiasa mengingatnya, shalat malam lah terutama shalat isya berjamaah itu akan membuatmu lebih tenang dalam hidup ini...
Sejak itulah aku mulai berbenah, memperbaiki setiap inci sudut pola kehidupanku, dimulai dengan ibadahku, sikap dan kepribadianku, keseharianku semua ingin ku rubah sesuai ajaran agama, dengan bermodalkan tekad lillaahita'ala, ku mulai mencari ilmu tentang keagamaan di internet dan mulai belajar dari sana...
Hari demi hari, aku mulai bisa mengendalikan pikiran dan jiwaku mulai beranjak dari keterpurukan, mulai kembali menuju jalan lurus yang di ridhai-Nya, aku mulai mendapat ketenangan di setiap langkah kaki ku ini, dan mulai disaat inilah aku siap untuk melangkahkan kaki ku ini menuju setitik cahayanya.. dan memulai hidup baru dengan cintaku kepada Allah SWT..
Sebelum Cahaya - Letto
Ku teringat hati yang bertabur mimpi
Kemana kau pergi cinta
Perjalanan sunyi yang kautempuh sendiri
Kuatkanlah hati cinta
Ingatkan engkau kepada embun pagi bersahaja
Yang menemanimu sebelum cahaya
Ingatkan engkau kepada angin yang berhembus mesra
Yang kan membelaimu cinta
Kekuatan hati yang berpegang janji
Genggamlah tanganKu cinta
Ku tak akan pergi meninggalkanmu sendiri
Temani hatimu cinta
Itulah lagu yang mengingatkan ku pada cinta yang sesungguhnya, karena sebaik-baiknya cinta, adalah cinta yang di dasari dan di niatkan karena Allah, bukan karena pandangan, perasaan, apalagi hawa nafsu... "I Love Allah" itulah mungkin yang akan ku sampaikan kepada sahabat bloggerku sekalian...
Wah, sudah hampir 1/3 malam, sebentar lagi waktunya Qiamu lail.. oh iya lagu ini juga mengingatkan kita untuk menunaikan ibadah Qiamu lail loh, gak percaya? nih admin bahas :)
Bait pertama lagu ini menunjukkan kalau Alloh selalu mengawasi kita, Alloh melihat kita yang sedang tidur tiba-tiba terbangun... kita pergi untuk ambil air wudhu maka mengapa disana dituliskan "kemana kau pergi"... kemudian kita menegakkan sholat malam, dalam kesunyian..
ketika semua orang tengah terlelap ketika dingin sangat menusuk di tulang, ketika mata masih terkantuk-kantuk. Siapa yang sanggup untuk menjalankannya? ? Butuh kekuatan hati untuk melaksanakan raka'at demi raka'at, lantunan ayat-ayat suci yang kita baca dan dzikir dengan penuh ketawadhuan. Inilah makna yang dia temukan dalam baris "perjalanan sunyi yang kau tempuh sendiri, kuatkan hatimu cinta".
Bait kedua, Alloh ingin menentramkan hati kita, Alloh mengingatkan bahwa kita tidak sendiri dalam menjalankan sholat Lail, lihatlah ada embun pagi yang selalu menemani kita hingga fajar muncul dari ufuk timur dan rasakanlah sepoi-sepoi angin di sepertiga malam, yang dengan sangat lembut meniup mukena kita, sungguh kita tidak sendiri saat sholat Lail ditegakkan dan mereka inilah yang dapat kita jadikan saksi di akhirat kelak.
Bait ketiga menerangkan siapa yang punya tekad kuat tersebut? untuk menegakkan sholat malam setiap hari, setiap malam. Dia adalah orang-orang yang selalu berpegang teguh pada janjinya terhadap Alloh. Janjinya bahwa dia kan selalu menjadikan Alloh sebagai Illah dalam hidupnya..
Subhanallah...
Allah berfirman“…Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (QS. Ath Thalaaq: 2-3)
"Cinta yang paling sejati adalah pertama kepada Allah, lalu para Rasulnya, orang tua, keluarga, dan semua orang yang ada di dunia ini."
Cukup dulu yah sahabat bloggerku sekalian, semoga postingan admin kali ini bermanfaat ya... :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
write your comment please !